Tugas Etika Bisnis Membandingkan 2 Iklan Yang Sejenis

TUGAS ETIKA BISNIS

Kiki Yuliandara (01112064)

MEMBANDINGKAN DUA IKLAN YANG SEJENIS

Iklan adalah pesan singkat yang sifatnya membujuk/mendorong orang untuk melihat iklan tersebut karena pesan yang disampaikan secara singkat dengan menggunakan kata-kata ataupun tulisan yang menarik untuk dibaca/dilihat dan akhirnya pun khalayak akan tergiur untuk membaca barang/jasa yang diiklan kan itu.

Pada kasus berikut saya mengambil iklan tentang Rokok. Kedua Iklan ini saya ambil di Jl. Bubutan Surabaya dan di Jl. Stasiun Semut Surabaya yaitu Magnum Blue  dan Djarum Super. Keduanya terletak di tempat yang strategis yaitu orang dapat melihat dengan mudah iklan dari sudut jalan tanpa harus membahayakan pengguna jalan.

Akan tetapi penempatan iklannya lebih strategis untuk Iklan Magnum Blue yaitu deket dengan Lampu Merah Jl. Stasiun Semut Dimana orang akan mudah membacanya karena untuk menghilangkan rasa bosan menunggu Lampu Hijau untuk melanjutkan perjalananya. Sedangkan letak ilkan Djarum Super terletak di tempat yang tidak menjadi pemberhentian orang dan juga terhalang oleh bangunan warung, Iklan yang saya ambil adalah iklan Rokok yang iklan-iklan nya kadang bernilai seni tinggi tapi juga berisi himbauan bahaya dari produknya, namun meski begitu sepertinya konsumen masih banyak yang tidak memperhatikan bahaya rokok yang di slip kan dibagian bawah dari setiap iklan rokok.

Analisis Iklan Rokok Djarum Super

IMG20141231094550

Gambar 1 : hasil foto sendiri di jalan Bubutan

Dalam iklan Rokok diatas tidak ada bahasa promosi apapun. Sehingga bagi seorang yang bukan perokok akan bingung akan makna dari iklan tersebut. Tetapi ini disengaja mungkin karena adanya peraturan pemerintah sebagai berikut:

Aturan iklan rokok  di media cetak, elevise, daring serta media luar ruang dimuat di pasal 26 sampai 34. Iklan rokok tidak boleh diletakkan di kawasan tanpa rokok, di jalan utama dan protocol. Ukuran iklan di luar ruangan tidak boleh  melebihi ukuran yang telah ditetapkan oleh peraturan yaitu 72 meter persegi.

Pasal 28 juga menyebutkan, iklan rokok di media cetak tidak boleh diletakkan di bagian sampul depan atau bagian belakang, tidak boleh didekatkan Promosi pembagian rokok gratis, potongan harga atau hadiah serta penggunaan logo/merek produk tembakau pada barang lain atau pada kegiatan lembaga/perorangan juga dilarang.

Informasi tentang harga dan fasilitas yang ditawarkan tidak tercantum dalam iklan.

Analisis Iklan Rokok Magnum Blue

IMG20141231093523

Gambar 2 : hasil foto sendiri di jalan Stasiun Semut

Secara umum iklan rokok Magnum Blue terlihat sama hanya saja terdapat slogan dalam iklan yaitu “Style Tanpa Batas”. Tampilan iklan yang menunjukan suasana pantai ditengah laut juga merupakan kelebihan tersendiri dari iklan rokok ini.

Sehingga lebih terasa fresh ketika melihat iklan rokok magnum blue apabila dibandingkan dengan rokok Djarum Super.

Secara tata bahasa terdapat bahasa campuran antara bahasa inggris dan bahasa Indonesia, yang mana hal ini kurang baik apabila dilihat dari segi bahasa, karena membiasakan hal yang salah. Style tanpa batas bisa saja diganti dengan gaya tanpa batas atau dengan bahasa Indonesia lainnya yang sesuai dengan EYD. J

ika dilihat dari bahasa promosi iklan rokok magnum blue juga sama dengan Djarum Super yaitu tidak ada sama sekali kata-kata promosi dan juga harga, sehingga memungkinkan bagi orang yang bukan perokok tidak mengerti arti dari iklan ini.

Namun hal ini bisa juga disengaja oleh para produsen rokok karena berhubungan dengan peraturan pemerintah yang tadi disebutkan diatas.

TUGAS RESUME BUKU PENGATAR ETIKA BISNIS

BUKU COVERDAFTAR ISI

RESUME BAB 7
MASALAH ETIS SEPUTAR KONSUMEN
Konsumen merupakan stakeholeder yang sangat hakiki dalam bisnis modern. Dalam artian bisnis tidak akan berjalan tanpa ada konsumen. Selain itu terdaat juga istilah “The Customer is king” ungkapan ini menunjukan tugas pokok bagi produsen atau penyedia jasa untuk mengupayakan kepuasan konsumen. Karena itu bisnis mempunyai kewajiban moral untuk melindungi konsumen dan menghindari terjadinya kerugian baginya.

Continue reading

TUGAS KLIPING MATA KULIAH ETIKA BISNIS

Untitled(koran jawa pos, Sabtu, 4 Oktober 2014, halaman 37)

A.LATAR BELAKANG
Jelang Idul Adha banyak warga muslim di seluruh Indonesia bersiap untuk kurban. Hewan kurban yang akan dibeli untuk dijadikan hewan kurbanpun sudah banyak tersedia dipasaran. Banyak jenis hewan kurban yang disediakan oleh para penjual mulai dari grade yang terendah sampai yang tertinggi dengan harga yang sesuai.

Begitu halnya dengan warga Sidoarjo Jawa Timur yang antusias dalam menyambut hari raya Idul Adha. Mereka yang mau berkurban siap memburu hewan kurban yang sudah disediakan penjual dipasar. Namun sangat disayangkan disaat hari besar islam seperti ini masih ada beberapa penjual yang ingin memperoleh untung maksimal dengan menghiraukan etika bisnis, baik itu disengaja ataupun tidak disengaja dalam menjual hewan kurban yang dijualnya.

Mengapa dikatakan menghiraukan etika bisnis? Akan dibahas dalam bagian pembahasan. Continue reading

Tugas Manajemen Strategik

Carilah Kasus di Internet tentang Proses perusahaan dalam menyusun Visi.Misi,Tujuan dan Sasaran.Serta jelaskan efektifitasnya dalam implementasi Manajemen strategi

Hasil study kasus Pada Perusahaan Bina Grahita Mandiri

A. Latar Belakang
Bina Grahita Mandiri didirikan oleh Nur A. Soedjatmiko. Berdiri sejak tanggal 30 Juli 1990, dengan SIUP No: 1562/13-1/PK/VII/1990 yang kemudian telah didaftar ulang dengan No. 503/6556A/436.6.11/2010, berbentuk usaha dagang dengan akte notaris pendirian usaha dari Notaris St. Sindhunatha, SH, No 35 (5 Desember 1992). Pada dua tahun pertama berdirinya telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 200 perusahaan dan hingga kini sudah lebih dari 1500 perusahaan yang pernah menggunakan jasa psikologi dan manajemen dari Bina Grahita Mandiri.
Layanan yang diberikan di bidang psikologi meliputi konsultasi pribadi, psikotes untuk penerimaan atau promosi pegawai, penelusuran bakat dan minat anak dan pelajar, dan konseling. Bina Grahita Mandiri juga pernah menjadi mitra untuk konsultan manajemen di beberapa perusahaan serta melakukan beberapa training pengembangan pribadi. Bina Grahita Mandiri juga menerbitkan beberapa buku pengembangan pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan SDM di perusahaan. Untuk membantu perusahaan mendapatkan pekerja, Bina Grahita Mandiri juga memberi layanan di bidang rekrutmen.

B. VISI

Menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa psikologi dan manajemen serta merupakan pilihan pertama bagi masyarakat yang hendak menggunakan jasa psikologi dan manejemen. Untuk menjadi pilihan pertama, maka harus menjadi pilihan yang terbaik. Oleh karena itu, setiap personil yang ada bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan motto perusahaan: “Make us Really Work For You“

C. MISI

Melayani jasa psikologi dan manajemen secara umum secara profesional
Memberi pelayanan jasa psikotes dan konsultasi bagi perusahaan, sekolah dan perorangan (pribadi)
Memberi jasa training dan jasa rekrutmen
Menerbitkan buku maupun majalah

D. TUJUAN
Memberikan pelayanan yang terbaik  sehingga customer  bertambah dan tetap memakai jasa Psikotest BGM.

E. Analisi SWOT Visi Dan Misi
Visi misi dari Perusahaan Bina Grahita Mandiri yaitu, Menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa psikologi dan manajemen serta merupakan pilihan pertama bagi masyarakat yang hendak menggunakan jasa psikologi dan manejemen. Untuk menjadi pilihan pertama, maka harus menjadi pilihan yang terbaik. Oleh karena itu, setiap personil yang ada bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan motto perusahaan: “Make us Really Work For You“
Analisis dalam lingkup internal :

1. Kekuatan

  1. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1990 sehingga sudah sangat berpengalaman dalam kinerjanya.
  2. Harga prouk jasa yang murah dan berkualitas diminati banyak pelanggan.
  3. Kebutuhan standar perusahaan yang harus melakukan psikotest dalam rekrutmen karyawannya.
  4. Telah bekerja sama dengan lebih dari 1500 perusahaan diseluruh Indonesia dan masih terus bertambah.
  5. Hasil proses psikotest dengan tempo dua sampai tiga hari.
  6. Pelayanan psikotes yang sangat fleksibel menyesuaikan dengan kebijakan konsumen.


2. Kelemahan

  1. Belumseluruh proses kinerja perusahaan berbasis sitem IT.
  2. Ruangan yang masih terbatas untuk 70 orang menjadi hambatan ketika peserta yang datang untuk tes diatas 70 peserta.

F. Analisis Dalam Lingkup Eksternal

1. Peluang

  1. Kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas serta pemenuhan standar Perusahaan , memaksa pihak pelanggan (perusahaan lain) harus melakukan tes psikotest dalam proses rekrutmennya.
  2. Advertising yang terjadi lebih banyak dari mouth to mouth, sehingga dimasa yang akan datang perusahaan-perusahaan akan mendapat referesni dari perusahaan lain dan merekomendasikan untuk melakukan tes psikotest di Bina Grahita Mandiri.

2. Ancaman

  1. Adanya kompetitor yang telah melakukan proses kinerjanya dengan berbasis IT.
  2. Persaingan dalam harga

3. Sikap yang diambil dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman adalah

  1. Melakukan penawaran kepada perusahaan yang belum bekerja sama dalam proses perekrutan karyawannya.
  2. Memberi komisi kepada perusahaan yang bisa merekomendasikan perusahaan lain untuk bekerja sama dengan Bina Grahita Mandiri.
  3. Melakukan penawaran training sekaligus psikotest kepada perusahaan-perusahaan yang sudah bekerja sama.
  4. Melakukan pembenahan terhadap proses administrasi internal menjadi berbasis IT sehingga lebih praktis dalam prosesnya.

4. Teknik-Teknik Yang Akan Dilakukan

  1. Melakukan promosi psikotest. Menyesuaikan harga dengan melihat kondisi harga serta kualitas pesaing.tis ditempat yang menjadi kerumunan orang.
  2. Melakukan training kepada karyawan Bina Grahita Mandiri guna meningkatkan kulitas kinerjanya.
  3. Menerapkan system administrasi yang berbasis sistem IT.
  4. Memberi diskon harga kepada perusahaan yang mengirim calon karyawan mereka pada jumlah tertentu.
  5. Menjalin hubungan baik dengan pelanggan.
  6. Menyesuaikan kembali SOP yang sudah ada.

Untuk rating faktor Strength diberi kriteria :

  • Rating 1          : Sedikit Kuat
  • Rating 2          : Agak Kuat
  • Rating 3          : Kuat
  • Rating 4          : Sangat Kuat

Untuk rating faktor Weakness diberi kriteria :

  • Rating 1          : Sedikit Lemah
  • Rating 2          : Agak Lemah
  • Rating 3          : Lemah
  • Rating 4          : Sangat Lemah

Untuk rating faktor Threat diberi kriteria :

  • Rating 1          : Sedikit Mengancam
  • Rating 2          : Agak Mengancam
  • Rating 3          : Mengancam
  • Rating 4          : Sangat Mengancam

Untuk rating faktor Opportunity diberi kriteria :

  • Rating 1          : Sedikit Peluang
  • Rating 2          : Agak Peluang
  • Rating 3          : Peluang
  • Rating 4          : Sangat Peluang

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui kekuatan (Strenght)
STRENGHT.png

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui kelemahan (weaknest)
WEAKNES.png

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui Peluang (oportunity)
OPPORTUNITY.png

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui ancaman (Threat)

WEAKNES

• Koordinat Analisis Internal
(Skor total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) : 2 = (3.68- 3.29): 2 = 0.20
• Koordinat Analisis Eksternal
(Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) : 2 =(3.47 – 3.62) : 2 = -0.07
• Titik koordinatnya terletak pada (0,45; -0,35)

matrik

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I namun cenderung dekat pada kuadran IV sehingga perlu diadakan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap-tiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini
TABEL.png

  1. Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
  2. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
  3. Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
  4. Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.

Setelah diketahui titik koordinat tersebut maka posisi unit perusahaan di ketahui pada kuadran IV sehingga mempunyai strategi yang lebih baik dan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap kuadran.

1. Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada

a. Meningkatkan fleksibilitas dalam melayani pelanggan dalam memanfaatkan peluang perusahaan jasa psikotest yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen dan penjurusan sekolah.

b. Meningkatkan inovasi dalam hal kecepatan dalam pelaporan hasil psikotest sehingga pelanggan akan puas dan yang masih memakai jasa kompetitor diharapakan akan berpindah ke Bina Grahita Mandiri

2. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

a. Menambah cabang di tempat- tempat yang berdekatan dengan daerah industry.

b . Menambah proses penyaluran karyawan yang berkualitas.

c. Melakukan kerjasama kontrak dengan perusahaan yang selalu melakukan proses rekrutmen contoh perusahaan outsorcing.

3. Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.

a. Melakukan inovasi baru dalam pelayanan psikotest.

b. Melakukan inovasi dalam promosi sehingga sedikit lebih modern.

c. Melakukan kerjasama yang bersifat kontrak.

4. Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang

a. Memperkuat pelayanan yang bersifat fleksibel sehingga membentuk kesan bahwa Binagrahita Mandiri adalah perusahaan jasa psikotest yang paling bisa menyesuaikan pelayanan sesuai kebutuhan dari pelanggan.

b. Terus menerus melakukan inovasi produk agar tidak kalah dengan kompetitor lainnya

c. Meningkatkan deferensiasi produk, diferensiasi pelayanan dan Kualitas jasa dengan harga yang sama dengan kompetitor.

Berdasarkan diagram bobot dan rating pada setiap unsur matrik SWOT sebagaiman di jabarkan diatas, bahwa posisi perusahaan saat ini berada pada kuadran IV yaitu kuadran kombinasi dimana strategi umum yang dapat dilakuakan perusahaan adalah membuat keunggulan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

matrik 4

STRATEGI BISNIS UNIT

– Prioritas I

Menciptakan Iinovasi fleksibilitas baru dalam pelayanan terhadap pelanggan dalam hal ini kaitannya dengan differensiasi pelayanan dengan kompetitor.

  •  Faktor penentu keberhasilan :
    Inovasi promosi kearah modern dengan memanfaatkan teknologi yang ada, jumlah psikolog yang memadai, laporan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
  • Aktivitas yang dilakukan :
    Meningkatkan tampilan website dengan menambahkan berbagai macam widget untuk promosi online , Pengadaan SDM yang berkompeten di bidangnya dan Penggunaan dana sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan.
  1. Output      : Promosi secara online di website dan Hasil psikotest yang bisa diakses secara online.
  2. Outcome : Meningkatkan jumlah pelanggan (pertumbuhan pelanggan)
  3. Impact     : Citra perusahaan meningkat dan Sebagai pelopor perusahaan jasa psikotest terfleksibel dalam hal pelayanan.

Prioritas II

Meningkatkan pangsa pasar yang ada untuk produk psikotest tertentu melalui  usaha pemasaran secara online dan tradisional.

  • Faktor penentu keberhasilan :
    Memanfaatkan SDM yang ada sebaik mungkin untuk melakukan pemasaran secara online dan tradisional.
  • Aktivitas yang dilakukan :
    Membuat posting di website tentang produk jasa psikotest dan menawarkan produk psikotest secara langsung dengan cara mengirim surat penawaran ataupun proposal.
  1. Output      : Pangsa pasar pesaing menurun, menguasai pangsa pasar
  2. Outcome : Pertumbuhan pelanggan meningkat
  3. Impact     : Semakin meluasnya pangsa pasar

 

Prioritas III

Menambah produk – produk baru yang saling berhubungan untuk pangsa pasar yang sama

  • Faktor penentu keberhasilan :
    Inovasi produk, pengadaan SDM yang ahli dan harga yang kompetitif.
  • Aktivitas yang dilakukan :
    Menganalisa keadaan pasar dan membuat inovasi yang belum ada di kompetitor.
  1. Output      : Bisnis yang dilakukan ada pada blue ocean
  2. Outcome : Pertumbuhan pelanggan meningkat
  3. Impact     : Semakin meluasnya pangsa pasar

Prioritas IV

Menambah produk – produk baru yang saling tidak berhubungan untuk pangsa pasar yang berbeda

  • Faktor penentu keberhasilan :
    Inovasi produk, pengadaan SDM yang ahli dan harga yang kompetitif.
  • Aktivitas yang dilakukan :
    Menganalisa keadaan pasar dan membuat inovasi yang belum ada di kompetitor.
  1. Output      : Psikotest secara online
  2. Outcome : Pertumbuhan pelanggan meningkat
  3. Impact     : Semakin meluasnya pangsa pasar

 

# Porter’s Five Forces

Ancaman pendatang baru

Mendirikan perusahaan jasa psikotest bukanlah hal yang sulit bagi setiap Mahasiswa lulusan Psikologi yang sudah memiliki ijin praktik. Dengan demikian kemungkinan bertambahnya kompetitor sangat besar. Perpindahan pelanggan ke kompetitor yang baru pun bisa mungkin terjadi, apalagi dengan promo psikotest yang bisa dilakukan oleh kompetitor yang merupakan pendatang baru. Untuk mengantisipasi hal itu perlu adanya pelayanan yang memuaskan pelanggan dan selalu up to date dan bisa saja menggunakan sistem jemput bola guna menambah pelanggan baru.

Kekuatan Pembeli

Pembeli memiliki kekuatan yang sangat besar karena banyaknya perusahaan jasa psikotest, sehingga pembeli bisa memilih tempat psikotest mana yang menurut mereka cocok. Untuk memanfaatkan peluang atau ancaman ini perusahaan harus selalu berinovasi dalam hal marketing juga dalam hal pelayanan agar bisa memberikan pelayanan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pembeli.

Tabel KPI

kpi3

Makalah E-bisnis

BACA MAKALAH LEBIH LENGKAP & DOWNLOAD —>
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada masa dewasa ini teknologi merupakan kebutuhan yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik itu dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam kehidupan ekonomi. Pengaruh teknologi yang sangant besar terhadap kehidupan menuntut semua orang untuk memilikinya.
Kemajuan teknologi yang sangat penting salah satunya hadir dalam bentuk teknologi informasi. Informasi semakin mudah dikirim dan diterima oleh pengirim dan penerima baik itu dalam jarak dekat ataupun jauh, kapanpun dan dimanapun selama masih dalam jangkauan.
Internet merupakan hal baru yang digunakan oleh perusahaan di masa sekarang untuk melakukan proses bisnisnya. Fasilitas yang diberikan internet kepada user nya sangatlah beragam dan bisa dimodifikasi sesuai kehendak dari usernya. Dengan demikian proses bisnispun berjalan semakin cepat.
E-bisnis merupakan salahsatu produk dari internet yang berperan penting dalam proses bisnis perusahaan-perusahaan di Indonesia. Persaingan semakin ketat antara perusahaan satu dengan lainnya, berbagai design web pun dilakukan guna memudahkan proses bisnisnya. Jika ada perusahaan yang belum menerapkan e-bisnis dalam kinerjanya, sangat mungkin jika perusahaan itu akan kalah bersaing dengan perusahaan lain. Untuk itu maka dipandang perlu mempergunakan e-bisnis dalam perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah
1. Mengapa E-bisnis perlu diterapkan dalam proses bisnis suatu perusahaan?
2. Apa keuntungan memakai e-bisnis dalam proses bisnis suatu perusahaan?

1.3 Batasan Masalah
Dalam penulisan makalah ini penulis membatasi ruang lingkup masalah yaitu pada perusahaan di Indonesia.

BACA MAKALAH LEBIH LENGKAP & DOWNLOAD —>

Strategi, Taktik dan Implementasi Manajemen Strategik Perusahaan Sampoerna

Untuk menentukan strategi dan taktik perusahaan, tentunya ada banyak hal yang akan berpengaruh pada perumusannya. diantaranya :

A. Perumusan Visi dan Misi
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan – tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya

Visi perusahaan Sampoerna
Visi PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) terkandung dalam “Falsafah Tiga Tangan”. Falsafah tersebut mengambil gambaran mengenai lingkungan usaha dan peranan Sampoerna di dalamnya. Masing-masing dari ketiga ”Tangan”, yang mewakili perokok dewasa, karyawan dan mitra bisnis, serta masyarakat luas, merupakan pihak yang harus dirangkul oleh Sampoerna untuk meraih visi menjadi perusahaan paling terkemuka di Indonesia.
Kami meraih ketiga kelompok ini dengan cara sebagai berikut :
1. Memproduksi rokok berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi perokok dewasa
Sampoerna berkomitmen penuh untuk memproduksi sigaret berkualitas tinggi dengan harga yang wajar bagi konsumen dewasa. Ini dicapai melalui penawaran produk yang relevan dan inovatif untuk memenuhi selera konsumen yang dinamis.
2. Memberikan kompensasi dan lingkungan kerja yang baik kepada karyawan dan membina hubungan baik dengan mitra usaha
Karyawan adalah aset terpenting Sampoerna. Kompensasi, lingkungan kerja dan peluang yang baik untuk pengembangan adalah kunci utama membangun motivasi dan produktivitas karyawan. Di sisi lain, mitra usaha kami juga berperan penting dalam keberhasilan kami, dan kami mempertahankan kerjasama yang erat dengan mereka untuk memastikan vitalitas dan ketahanan mereka.
3. Memberikan sumbangsih kepada masyarakat luas
Kesuksesan Sampoerna tidak terlepas dari dukungan masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam memberikan sumbangsih, kami memfokuskan pada kegiatan pengentasan kemiskinan, pendidikan, pelestarian lingkungan, penanggulangan bencana dan kegiatan sosial karyawan.

b. Misi
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dalam usaha untuk mewujudkan Visi. Misi usaha adalah cara mencapai tujuan dan alasan mengapa usaha itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan dalam proses pencapaian tujuan.

Misi Perusahaan Sampoerna
menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini PT HM Sampoerna Tbk. lakukan dengan senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. PT HM Sampoerna Tbk. bangga atas reputasi yang PT HM Sampoerna Tbk. raih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan. Continue reading

Jawaban Uas Pengantar Bisnis

Kiki Yuliandara
01112064
Ekonomi Akuntansi

Soal UAS Download Disini
Jawaban no 1. Menurut (Widjaja & Yeremia, 2008) CSR merupakan bentuk kerjasama antara perusahaan (tidak hanya Perseroan Terbatas) dengan segala hal (stake-holders) yang secara langsung maupun tidak langsung berinteraksi dengan perusahaan untuk tetap menjamin keberadaan dan kelangsungan hidup usaha (sustainability) perusahaan tersebut. Pengertian tersebut sama dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, yaitu merupakan komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya (Widjaja & Yani, 2006).
Continue reading

TIPS MENYAMBUT RAMADHAN

sumber Staitstik Bisnis Blog Univ. Narotama Surabaya

HOTBAH NABI S.A.W. MENYAMBUT RAMADHAN
“Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh
keberkatan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan
Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan.” Continue reading