TUGAS RESUME BUKU PENGATAR ETIKA BISNIS

BUKU COVERDAFTAR ISI

RESUME BAB 7
MASALAH ETIS SEPUTAR KONSUMEN
Konsumen merupakan stakeholeder yang sangat hakiki dalam bisnis modern. Dalam artian bisnis tidak akan berjalan tanpa ada konsumen. Selain itu terdaat juga istilah “The Customer is king” ungkapan ini menunjukan tugas pokok bagi produsen atau penyedia jasa untuk mengupayakan kepuasan konsumen. Karena itu bisnis mempunyai kewajiban moral untuk melindungi konsumen dan menghindari terjadinya kerugian baginya.

Perhatian Untuk Konsumen
Kesadaran akan kewajiban bisnis terhadap para konsumen merupakan hal yang baru dala dunia bisnis. Secara spontan bisnis mulai dengan mencurahkan segala perhatiannya pada produknya bukan pada konsumennya. Perkembangan itu terlihat juga dalam persejarah bisnis Amerika Serikat yang dari banyak segi menjadi perintis dalam bisnis modern.

Selangkah penting dalam memutarkan focus kea arah konsumen ditempuh oleh Presiden John F. Kennedy. Pada tahun 1962 ia mengirim kepada Kongres (DPR) Amerika apa yang disebut Special Message on Protecting the Consumer Interest, dimana ia menetapkan empat hak yang dimiliki setiap konsumen : the right safety, the right to be informed, the right to choose, the right to be heard. Perumusan hak konsumen yang termashyur ini agaknya tidak lengkap, tetapi tidak dipandang sebagai jalan masuk yang cepat ke dalam masalah etis sekitar konsumen. Karena itu ada baiknya keempat hak ini dipertimbangkan secara rinci.

1. Hak atas keamanan
Banyak produk yang mengandung bahan kimia yang berbahaya yang dibeli konsumen. Missal pestisida yang digunakan oleh petani selain bermanfaat untuk tanaman juga memiliki dampak negative terhadap kesehatan petani jika terhirup. Untuk itu produsen harus memikirkan solusi agar produk yang dijual bisa aman terhadap konsumen. Missal ketika menjual pestisida pembeli mendapatkan satu bungkus masker secara gratis.

2. Hak atas Informasi
Konsumen berhak mengetahui segala informasi yang relevan mengenai produk yang dibelinya, baik apa sesungguhnya produk itu (bahan bakunya, umpamanya), maupun bagaimana cara memakainya, maupun resiko juga yang menyertai pemakainya.

3. Hak untuk memilih
Konsumen berhak memilih produk jasa atau barang yang akan dibeli. Penjual tidak berhak memaksa konsumen untuk membeli produk sekehendaknya.

4. Hak tuntuk didengarkan
Karena konsumen adalah orang yang memakai produk atau jasa, ia berhak mengemukakan pendapatnya tentang produk yang ia beli, baik berupa keluhan maupun saran.

5. Hak lingkugan hidup
Melalui produk yang digunakannya, konsumen memanfaatkan sumber daya alam. Ia berhak meminta bahwa produk yang dibuat tidak merusak kualitas dari alam.

6. Hak konsumen atas pendidikan
Konsumen boleh berpendidikan tinggi agar bisa mencegah terjadinya penipuan atau kemungkinan pelanggaran yang akan dilakukan oleh penjual.

Kesimpulan
Dalam etika bisnis, industry farmasi sering disoroti sebagai wilayah usaha yang menimbulkan banyak masalah berkonotasi etika. Studi ini telah menunjukan bahwa dalam sector obat hewan pun, khususnya obat ayam, terdapat masalah etis yang cukup berat. Inti permasalahannya adalah kerugian untuk masyarakat konsumen. Motif utama untuk menyalahgunakan obat ayam ialah menempatkan kepentingan ekonomis si pengusaha diatas kepentingan lain, khususnya kepentingan konsumen. Kesehatan konsumen dikorbankan demi meraih keuntungan lebih besar. Dengan demikian peternak ayam dan secara tidak langsung pengusaha obat hewan lari dari tanggungjawab sosialnya.

Masalah etis menjadi lebih berat lagi, karena dalam hal ini konsumen sendiri tidak berdaya. Pada umumnya boleh dikatakan, konsumen sendiri juga mempunyai tanggung jawab. Sehingga dalam membeli produk konsumen juga harus pandai memilih produk yang aman terhadap lingkungan, terhadap dirinya dan bermanfaat bagi tujuannya dalam membeli produk tersebut. Dan si penjual harus memperhatikan juga kepentingan konsumen, jangan hanya mementingkan keuntungan pribadinya saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *